Review dan Cara Mengajukan Pinjaman di Home Credit Indonesia (HCI)

Review dan cara mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia atau yang biasa di singkat dengan HCI adalah perusahaan multifinance yang menawarkan pinjaman multiguna dana tunai dengan metode pembayaran cicilan tanpa menggunakan jaminan melalui aplikasi online dengan plafon pinjaman minimal Rp 3 juta, 5 juta, 10 juta sampai Rp 15 juta dan dengan tenor maksimal selama 42 bulan.

Produk pinjaman dari Home Credit Indonesia adalah 'DONA' atau Dompet Online Multiguna HCI. Simak sampai tuntas artikel ini untuk mengetahui review dan cara mengajukan pinjaman online dengan sistem pembayaran cicilan tanpa kartu kredit di Home Credit Indonesia sesuai pengalaman salah satu ngademin cocoTLogi, termasuk bagaimana cara mengecek angsuran di HCI.

Awalnya ngademin menerima penawaran pembiayaan multiguna PT Home Credit Indonesia (HCI) ini melalui SMS.

Dalam isi sms tersebut, terdapat link atau URL yang mengarahkan ngademin untuk mengunduh aplikasi online HCI yang ada di Google Play Store.

Setelah mempelajarinya, ternyata pembiayaan multiguna HCI ini sangat menarik karena ada beberapa hal, seperti:
  • Home Credit Indonesia (HCI) yang selama ini dikenal hanya dikenal untuk pembiayaan kredit HP dan barang elektronik saja, sekarang memiliki fitur terbaru yaitu penawaran pembiayaan multiguna dana tunai yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan barang atau jasa, seperti: perjalanan, pendidikan, renovasi rumah, dan yang lainnya.
  • Pinjaman untuk multiguna ini tanpa menggunakan jaminan dengan pembayaran cicilan sampai 42 bulan lamanya, dan dapat diajukan melalui online di aplikasi HCI secara cepat (dalam 30 menit keputusan) dan mudah tanpa perlu survey lokasi.
  • Plafon pinjaman yang besar, yaitu sampai 25 juta dan bunga di HCI sangat menarik karena lebih rendah dibandingkan dengan aplikasi pinjaman online Fintech P2P Lending.
  • Pinjaman online di HCI merupakan cicilan tanpa kartu kredit.
Akhirnya ngademin memutuskan untuk mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia. Review serta pengalaman saat ngademin melakukan pengajuan di HCI akan di share dengan lengkap di artikel ini.

Apa itu Home Credit Indonesia (HCI)?

Home Credit Indonesia (HCI) adalah  perusahaan pembiayaan multiguna yang memberikan layanan pinjaman melalui online dan offline. Di Indonesia, HCI ini dikenal juga sebagai Homecredit, Home kredit atau home credit.

Home Credit Indonesia mulai berdiri sejak tahun 2013 lalu, yang berlokasi di Jakarta. HCI tidak berkembang hanya di Jabodetabek saja, tetapi juga di kota Bandung, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Banjarmasin, Pontianak, Manado, dan Balikpapan.

Home Credit Indonesia menyediakan berbagai macam pembiayaan yang bisa kamu gunakan, yaitu:
  • Pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) yang bisa kamu gunakan untuk membeli berbagai produk alat rumah tangga, elektronik, handphone, dan furniture.
  • Pembiayaan Multiguna yang bisa kamu gunakan untuk pembiayaan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan liburan.
  • Kartu Kredit yang merupakan produk terbaru dari home credit Indonesia ini menawarkan fasilitas kredit untuk berbelanja dengan 5% Cashback hingga Rp 100.000 setiap bulannya. Kredit ini bisa kamu gunakan untuk melakukan transaksi di berbagai supermarket dan minimarket serta transaksi online. Kartu kredit HCI juga memberikan cicilan 0% selama 6, 9, atau 12 bulan tenor di berbagai merchant yang sudah terpilih.

Apakah Home Credit Legal dan Sudah Terdaftar di OJK?

HCI telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor berikut ini:
  • Berlisensi sebagai perusahaan pembiayaan: 9 November 2012.
  • Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-628/KM.10/2012.
  • Nomor NPWP : 03.193.870.7-021.000.

Pembiayaan Multiguna Home Credit Indonesia (HCI)

Awalnya saya berpikir jika penawaran dari Home Credit Indonesia yang di terima melalui SMS itu adalah dana tunai layaknya penawaran aplikasi pinjaman online di fintech P2P yang lainnya.

Namun ngademin baru mengetahuinya jika HCI sebagai perusahaan pembiayaan tidak bisa menawarkan kredit dana tunai yang tidak jelas tujuan penggunaan dananya untuk apa.

Maksudnya bagaimana?

HCI sebagai perusahaan pembiayaan diperbolehkan memberikan pinjaman dana tunai asalkan tujuan penggunaannya jelas.

Jadi, HCI yang dulu tidak dapat mangajukan pinjaman dana tunai, sekarang, asalkan kamu memiliki penggunaan yang jelas, maka sudah bisa melakukan pengajuan.

Itu sebabnya saat pengajuan pinjaman di aplikasi Home Credit Indonesia (HCI), hal pertama yang harus diisi oleh calon peminjam uang adalah menyebutkan tujuannya. 

Tujuan mengajukan pinjaman uang wajib diisi oleh calon nasabah di dalam aplikasi HCI pada halaman pertama.

Untuk cara pengisian nanti ngademin akan membahasnya dengan jelas pada bagian cara mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia (HCI).

Syarat Mengajukan Pinjaman Uang di Home Credit Indonesia (HCI)

Persyaratan mengajukan pinjaman uang multiguna tanpa jaminan di Home Credit Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Warga Negara Indonesia usia minimal usia 21 tahun (atau 19 tahun jika sudah menikah) hingga maksimal 55 tahun
  • Memiliki kartu identitas yang valid dan resmi, yaitu KTP yang masih berlaku, atau e KTP seumur hidup. Pengajuan pinjaman tidak dapat dilakukan dengan menggunakan resi KTP dan fotokopi KTP.
  • Sudah memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang tetap.
  • Memiliki rekening bank yang aktif, yaitu rekening bank dengan minimal 1 (satu) kali transaksi apapun dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Pengajuan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan rekening bank dari luar negeri.
  • Pemohon diwajibkan untuk memiliki rekening bank sendiri yang aktif atas nama pemohon sesuai dengan KTP. 
Pengajuan dengan menggunakan nomor rekening bank atas nama orang lain tidak dapat diterima dan pengajuan akan ditolak oleh pihak HCI.

Cara Mengajukan Pinjaman di Home Credit Indonesia (HCI)

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia

Cara pengajuan pinjaman di Home Credit Indonesia (HCI) ini wajib kamu lakukan melalui aplikasi di my Home Credit, dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Unduh Aplikasi my Home Credit Indonesia di Google Play Store atau App Store

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-unduh-aplikasi

Setelah menerima penawaran melalui SMS di HP, link di dalam pesan itu ngademin klik dan dibawa ke aplikasi my Home Credit Indonesia yang ada di Google Play Store.

Kemudian ngademin unduh aplikasi Home Credit Indonesia di HP untuk mengajukan kredit.

Unduh aplikasi My Home Credit Indonesia (HCI) di Google Play Store atau App Store

Masuk ke dalam aplikasi, ada banyak jenis pilihan pembiayaan di HCI, karena sesuai dengan apa yang sudah ngademin jelaskan di atas, Home Credit Indonesia adalah perusahaan pembiayaan yang membiayai pembelian barang elektronik, ponsel dan furniture.

Untuk mengambil pengajuan kredit pinjaman dana tunai atau pembiayaan multiguna, maka ngademin harus pilih DONA, yaitu: Dompet Online Multiguna.

2. Klik Menu Pilihan DONA

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-pilih-dona

DONA adalah produk pinjaman uang tanpa jaminan yang dikeluarkan oleh Home Credit Indonesia.

Di dalam menu pilihan DONA, sebelum kamu melakukan pengajuan pinjaman, maka kamu harus memilih tujuan penggunaan dana tunai terlebih dahulu.  Pilih dari daftar tujuan yang sudah di sediakan dalam aplikasi.

Setelah itu, kamu akan masuk ke fitur penentuan jumlah plafon dan tenor pinjaman.

Fitur pinjaman dana tunai tanpa jaminan di Home Credit Indonesia (HCI):
  • Plafon pinjaman mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 25 juta.
  • Tenor pinjaman hingga 42 bulan.

3. Mengisi Formulir Informasi Data Diri

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-isi-formulir

Langkah selanjutnya untuk mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia adalah mengisi formulir informasi data diri di dalam aplikasi HCI.

Data pertama yang wajib di unggah adalah (1) foto KTP dan (2) foto selfie sambil memegang KTP.

Saat pengambilan foto selfi dan KTP, aplikasi Home Credit akan meminta izin untuk mengakses tempat penyimpanan file yang ada di dalam HP.

Selanjutnya, calon peminjam harus mengisi data seperti di bawah ini:
  • Profil: Nama lengkap, NIK, Tempat dan tanggal lahir.
  • Kontak: nomor telepon kontak darurat yang bisa dihubungi, seperti saudara, teman, kerabat, dan yang lainnya.
  • Alamat dan Tempat Tinggal: alamat domisili, status tempat tinggal saat ini.
  • Penghasilan: gaji per bulan, jenis pekerjaan dan pengecekan pembayaran cicilan kredit di tempat lain.

4. Izin Akses Akun Bank atau E-Commerce (Opsional)

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-akses-akun

Setelah selesai mengisi informasi data diri, selanjutnya Home Credit akan meminta akses ke rekening bank atau e-commerce atau transportasi online, seperti Gojek dan Grab yang kamu miliki.

Jika setuju, maka kamu akan diminta untuk memberikan nomor rekening dan izin akses kepada Home Credit untuk melihat riwayat transaksi rekening tersebut.

Izin akses ini opsional. Tidak wajib, jika kamu tidak mau.

Jika kamu tidak merasa nyaman, maka kamu jangan memberikan izin aksesnya. Tetapi jika percaya, silahkan berikan akses akun bank kamu ke Home Credit Indonesia (HCI).

Akses tersebut bisa menambah nilai kredit kamu saat proses review pengajuan pinjaman. Tapi hal itu belum tentu pasti, karena tidak ada jaminan dari Home Credit tentang ini.

5. Rangkuman Informasi Data Diri

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-rangkuman

Setelah selesai melakukan pengisian data dan memberikan akses rekening bank, maka kamu sebagai calon peminjam akan menerima rangkuman informasi pinjaman di Home Credit Indonesia.

Ada dua hal yang nanti akan kamu lihat, yaitu:
  • Pertama, limit pengajuan pinjaman, plafon, tenor dan biaya administrasi. Jika kamu ingin merubah limit pengajuan, plafon atau tenor, maka kamu masih bisa melakukannya di bagian ini dengan klik tombol 'Ubah'.
  • Kedua, rekap informasi data diri yang sudah kamu isi tentang profil, kontak, alamat tempat tinggal, pekerjaan, dan penghasilan. Kamu bisa melakukan pengecekan kembali untuk memastikan kalau data yang kamu isi sudah benar dan sesuai. Setelah semua data sesuai, selanjutnya klik 'Ajukan Pinjaman'.

6. Kontrak Perjanjian Kredit dan Pencairan Dana Pinjaman

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-perjanjian

Sebelum cara mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia selesai, kamu sebagai peminjam harus membaca kontrak perjanjian dan ketentuan pengajuan kredit di HCI, kemudian klik 'Setuju'.

Setelah itu, proses pengajuan pinjaman di Home Credit Indonesia sudah selesai.

Home Credit Indonesia akan menyampaikan informasi bahwa sudah menerima pengajuan pinjaman kamu dan akan segera memprosesnya dalam waktu 30 menit ke depan.

Untuk kamu yang mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia pada jam 22.00, maka akan diproses esok hari.

Simulasi Cicilan Home Credit Indonesia (HCI)

Berapa bunga pinjaman pembiayaan multiguna dana tunai di Home Credit Indonesia?

Disini ngademin akan melakukan perhitungan berdasarkan simulasi pinjaman pada aplikasi, serta ketentuan dalam perjanjian pengajuan kredit di aplikasi HCI.

A. Suku Bunga Kredit (Tabel Angsuran)

Untuk mempermudah kamu memahaminya, disini ngademin sudah membuatkan perhitungan pengajuan kredit bunga pinjaman multiguna di Home Credit Indonesia dengan menggunakan tabel angsuran dibawah ini:

cara-mengajukan-pinjaman-home-credit-indonesia-angsuran

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan mengenai bunga pinjaman cicilan tanpa kartu kredit di Home Credit Indonesia adalah:
  • Bunga pinjaman dana tunai di Home Credit Indonesia (HCI) lebih murah dibandingkan dengan Fintech P2P yang biasanya sekitar 24% dalam sebulan, sementara itu di HCI hanya 2% hingga 4% saja per bulan.
  • Suku Bunga di HCI perbulannya bisa berbeda tergantung tenor dan plafon pinjaman yang kamu ajukan.
Adanya premi asuransi untuk menambah cicilan per bulan dan jumlahnya cukup signifikan yang akan diakumulasikan selama tenor. Pada pembahasan yang berikutnya, ngademin akan membahas tentang perlu tidaknya kamu mengambil asuransi yang bersifat opsional ini.

Catatan dari Home Credit soal bunga:
  • Home Credit Indonesia akan menambahkan bunga terhadap Jumlah Pembiayaan yang sudah termasuk ke dalam jumlah Pembayaran Angsuran Bulanan.
  • Jumlah Total Bunga yang dibayarkan oleh kamu selama Jangka Waktu Pembiayaan sama dengan Jumlah Pembiayaan yang dikalikan dengan Suku Bunga Tetap (yang setara dengan bunga efektif)  per bulan dan dikalikan lagi dengan Jumlah Angsuran.
  • Setiap Pembayaran Angsuran Bulanan (i) terdiri dari pembayaran Jumlah Pembiayaan, bunga serta Biaya Proses Pembayaran Angsuran, (ii) porsi Jumlah Pembiayaan dan bunga akan dihitung berdasarkan metode jumlah pokok menurun (metode anuitas), dan (iii) akan digunakan untuk pembayaran Jumlah Pembiayaan, di ikuti dengan bunga, Biaya Proses Pembayaran Angsuran dan dendanya.

B. Biaya dan Denda

Hal yang perlu kamu ketahui bahwa selain bunga, ada juga dua komponen biaya yang lainnya, yaitu:
  • Pertama, biaya administrasi yang mempengaruhi beban pinjaman yang dibayarkan oleh nasabah. Biaya administrasi akan dipotong dimuka dari pencairan, yaitu sebesar Rp 199,000. Karena adanya biaya administrasi, maka perhitungan besarnya bunga adalah dana yang kamu terima setelah potongan biaya admin dibandingkan dengan total pembayaran cicilan per bulan selama tenor pinjaman yang kamu pilih.
  • Kedua, biaya premi asuransi "AMAN". Nama produk asuransinya adalah "AMAN”. Biaya asuransi ini akan memberikan perlindungan bagi para nasabah, tetapi akan membuat cicilan per bulan menjadi lebih mahal.
  • Ketiga, denda akan dikenakan jika kamu terlambat dalam melakukan pembayaran pinjaman di HCI. Besarnya denda keterlambatan ini tergantung tergantung dari seberapa lama terlambat. Mulai dari Rp 50 hari hingga Rp 175 hari lamanya, semakin lama, maka akan semakin besar denda pinjamannya.
Melihat besarnya denda keterlambatan pembayaran yang dibebankan oleh HCI, lebih baik kamu membayarnya tepat waktu. Nilai denda bisa menjadi lebih tinggi dari bunga pinjaman jika kamu terlambat melakukan pembayaran tagihan.

BI Checking adalah layanan informasi yang berisikan tentang riwayat kredit debitur yang sudah tercatat dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Informasi ini dibagikan satu sama lain oleh bank dan lembaga keuangan. Singkatnya, BI Checking merupakan penentu apakah calon debitur tersebut memang sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman atau tidak.

Informasi tersebut biasanya diperlukan ketika kamu akan mengajukan pinjaman seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit. Di bawah ini merupakan tutorial lengkap mengenai cara cek BI Checking melalui online via HP.

Cara Cek BI Checking Online Via HP

Cara cek BI Checking melalui online di HP ini sangat mudah, karena kamu bisa mengaksesnya secara online melalui SLIK. Kamu dapat meminta informasi lengkap debitur dengan membuka website resmi dan mulai melakukan verifikasi detail kredit. Setelah itu, kamu ikuti 5 langkah cara cek BI Checking via HP berikut ini:

1. Siapkan Dokumen Pendukung Cek BI Checking Online via HP

A. Debitur perorangan
  • Siapkan fotokopi identitas diri dan tanda pengenal asli, yaitu KTP (untuk Warga Negara Indonesia).
  • Untuk Warga Negara Asing (WNA), siapkan fotokopi identitas diri dan bukti identitas asli berupa paspor.
  • Siapkan fotokopi identitas yang menyertai surat kuasa asli (jika diberikan kuasa).
B. Debitur badan usaha
  • NPWP.
  • Akta Pendirian.
  • Perubahan anggaran dasar yang memuat struktur dan yurisdiksi pengurus, serta identitas asli pengurus dan badan usaha (atau fotokopi yang sudah dilegalisir).
  • Membawa surat kuasa yang asli, fotokopi dan identitas yang asli badan usaha, fotokopi dan identitas yang asli surat kuasa (jika diberikan kuasa).

2. Isi Form Antrian BI Checking Online Via HP

Buka link resmi website OJK: Form antrian online OJK https://konsumen.ojk.go.id/MinisiteDPLK/Registrasi. Kemudian, kamu isi formulir permohonan IDEB dan pilih jam Antrian berupa jadwal waktu dan keterangan sisa slot antrian yang masih tersedia.

3. Jam Antrian Online

Layanan antrian cek BI Checking online yang dibuka oleh OJK terbagi menjadi beberapa sesi, yaitu:
  • 08:00 - 09:00
  • 09:00 - 10:00
  • 10:00 - 11:00
  • 11:00 - 12:00
  • 13:00 - 14:00
  • 14:00 - 15:00
Layanan permintaan informasi Debitur SLIK ini hanya tersedia pada hari Senin - Jumat saja.

4. Melakukan Verifikasi Data

Setelah kamu mengisi formulir antrian cek BI Checking online dengan lengkap dan benar, maka selanjutnya kamu akan menerima persetujuan melalui email. Untuk menyelesaikan tahap verifikasi data, nanti kamu akan diminta untuk menghubungi nomor Whatsapp OJK-SLIK yang sudah tertera di email.

Perhatikan dengan baik isi dari email tersebut, supaya nanti tidak terjadi kesalahan apapun dan kamu dapat menyelesaikan proses verifikasi dengan mudah sesuai panduan.

5. Cek Email

Jangan lupa untuk melihat email yang masuk pada akun milik kamu setelah menyelesaikan semua langkah-langkah yang ada di atas. SLIK OJK akan menyampaikan detail informasi Debitur SLIK ke alamat email milik kamu. Jika kamu mengalami kendala saat membaca konten debitur, OJK telah memberikan panduan lengkap cara membaca konten debitur di website resminya.

Skor BI Checking

Dilansir dari situs OJK, riwayat kredit ini akan diukur berdasarkan aktivitas kredit setiap debitur dari skala satu sampai lima atau yang sering disebut dengan kolektibilitas (kol) seperti berikut:

A. Kredit Lancar atau Kol 1

Kredit yang dimana debitur mampu menyelesaikan segala kewajibannya tanpa ada keterlambatan.

B. Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK) atau Kol 2

Kredit yang memiliki tunggakan selama 1-2 bulan karena keterlambatan pembayaran tagihan.

C. Kredit Tidak Lancar atau Kol 3

Kredit yang memiliki tunggakan selama 3-4 bulan.

D. Kredit Diragukan atau Kol 4

Kredit tidak lancar yang telah jatuh tempo dan memiliki tunggakan lebih dari 5-6 bulan lamanya.

E. Kredit Macet atau Kol 5

Kredit tidak lancar yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan lamanya. Telah diusahakan untuk diaktifkan kembali, namun tetap tidak membuahkan hasil.

Oleh karena itu, ketika kamu akan mengajukan kredit pinjaman, maka kamu sebagai debitur harus memperhatikan perencanaan finansial supaya bisa membayar cicilan kredit setiap bulannya. Selain itu, debitur juga disarankan untuk bisa mengelola dan mengatur keuangan supaya mampu membayar tagihan dengan tepat waktu.

Sejak 31 Desember yang lalu, BI Checking telah beralih pengawasan dari pihak Bank Indonesia (BI) ke OJK. Lalu pada Januari 2018 lalu, BI Cheking telah dikelola sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta berganti nama menjadi SLIK OJK dan dari SID menjadi Informasi Debitur (iDeb).

Di bawah pengelolaan dan pengawasan OJK, iDeb diperluas cakupannya yang meliputi keuangan bank dan non-bank, serta lembaga pembiayaan yang memiliki akses data milik debitur dan melaporkan kewajiban debitur ke SID.

SLIK OJK juga bisa digunakan untuk melaporkan fasilitas penyediaan dana, data agunan, serta data lainnya yang terkait dengan berbagai jenis lembaga keuangan, Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan (LPIP), masyarakat, dan pihak yang lainnya.

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai syarat, review dan cara mengajukan pinjaman di Home Credit Indonesia (HCI). Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan membantu kamu saat ingin melakukan pengajuan kredit di HCI.

Bagikan Review Pinjaman Online Versi Anda ke Pengguna yang Lainnya Disini !

Traktir ngademin agar tetap terus berkarya Link => Dana Traktir